Obat-obatan Yg Dilarang Digunakan Selama Kehamilan

DEFINISI
WHO memperkirakan sebanyak lebih dari 90% wanita hamil yang mengkonsumsi obat yang diresepkan maupun obat bebas, obat sosialisasi (misalnya alkohol atau tembakau) atau obat terlarang.
2-3% dari seluruh cacat bawaan disebabkan oleh obat-obatan.

Obat berpindah dari ibu ke janin terutama melalui plasenta (ari-ari), yaitu melalui jalan yang sama yang dilalui oleh zat gizi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin.
Di dalam plasenta, obat dan zat gizi di dalam darah ibu melewati selaput tipis yang memisahkan darah ibu dengan darah janin.

Obat yang diminum oleh wanita hamil bisa mempengaruhi janin melalui beberapa cara:
• Secara langsung bekerja pada janin, menyebabkan kerusakan, kelainan perkembangan atau kematian
• Mempengaruhi fungsi plasenta, biasanya dengan cara mengkerutkan pembuluh darah dan mengurangi pertukaran oksigen dan zat gizi diantara janin dan ibu
• Menyebabkan otot rahim berkontraksi sekuat tenaga, yang secara tidak langsung mencederai janin dengan mengurangi aliran darah ke janin.

Pengaruh obat terhadap janin tergantung kepada tingkat perkembangan janin dan dosis serta kekuatan obat.
Obat tertentu yang diminum pada awal kehamilan (sebelum hari ke 17 setelah pembuahan), bisa menyebabkan kematian janin atau tidak mempengaruhi janin sama sekali. Pada saat ini janin sangat kebal terhadap cacat bawaan.

Pada hari ke 17-57 setelah pembuahan (dimana organ tubuh mulai terbentuk), janin sangat rentan terhadap terjadinya cacat bawaan.
Obat yang sampai ke janin bisa menyebabkan keguguran, cacat bawaan yang terlihat jelas atau cacat yang baru tampak di kemudian hari.

Obat yang diminum setelah organ tubuh janin terbentuk sempurna, memiliki peluang yang kecil untuk menyebabkan cacat bawaan yang nyata, tetapi bisa menyebabkan perubahan dalam pertumbuhan dan fungsi organ dan jaringan yang telah terbentuk secara normal.

OBAT ANTI-KANKER

Jaringan janin tumbuh dengan kecepatan tinggi, karena itu sel-selnya yang membelah dengan cepat sangat rentan terhadap obat anti-kanker.
Banyak obat anti-kanker yang bersifat teratogen, yaitu dapat menyebabkan cacat bawaan seperti:
- IUGR (intra uterine growth retardation, hambatan pertumbuhan di dalam rahim)
- Rahang bawah yang kurang berkembang
- Celah langi-langit mulut
- Kelainan tulang tengkorak
- Kelainan tulang belakang
- Kelainan telinga
- Clubfoot (kelainan bentuk kaki)
- Keterbelakangan mental.

TALIDOMID

Obat ini sudah tidak diberikan lagi kepada wanita hamil karena bisa menyebabkan cacat bawaan.
Talidomid pertama kali diperkenalkan pada tahun 1956 di Eropa sebagai obat influenza dan obat penenang.
Pada tahun 1962, talidomid yang diminum oleh wanita hamil pada saat organ tubuh janinnya sedang terbentuk, ternyata menyebabkan cacat bawaan berupa lengan dan tungkai yang terbentuk secara tidak sempurna, kelainan usus, jantung dan pembuluh darah.

PENGOBATAN KULIT

Isotretinoin yang digunakan untuk mengobati jerawat yang berat, psoriasis dan kelainan kulit lainnya bisa menyebabkan cacat bawaan.
Yang paling sering terjadi adalah kelainan jantung, telinga yang kecil dan hidrosefalus (kepala yang besar). Resiko terjadinya cacat bawaan adalah sebesar 25%.

Etretinat juga bisa menyebabkan cacat bawaan.
Obat ini disimpan di dalam lemak dibawah kulit dan dilepaskan secara perlahan, sehingga efeknya masih bertahan sampai 6 bulan atau lebih setelah pemakaian obat dihentikan. Karena itu seorang wanita yang memakai obat ini dan merencanakan untuk hamil, sebaiknya menunggu paling tidak selama 1 tahun setelah pemakaian obat dihentikan.

HORMON SEKSUAL

Hormon androgenik yang digunakan untuk mengobati berbagai kelainan darah dan progestin sintetis yang diminum pada 12 minggu pertama setelah pembuahan, bisa menyebabkan terjadinya maskulinisasi pada kelamin janin perempuan.
• Klitoris bisa membesar dan labia minora menutup.
Efek tersebut tidak ditemukan pada pemakaian pil KB karena kandungan progestinnya hanya sedikit.

Dietilstilbestrol (DES, suatu estrogen sintetis) bisa menyebabkan kanker pada anak perempuan yang ibunya memakai obat ini selama hamil.
Anak perempuan ini di kemudian hari akan:
- memiliki kelainan dalam rongga rahim
- mengalami gangguan menstruasi
- memiliki serviks (leher rahim) yang lemah sehingga bisa mengalami keguguran
- memiliki resiko menderita kehamilan ektopik
- memiliki bayi yang meninggal sesaat sebelum atau sesaat sesudah dilahirkan.

Jika ibu hamil yang memakai DES melahirkan anak laki-laki, maka kelak dia akan memiliki kelainan pada penisnya.

MECLIZIN

Meclizin yang sering digunakan untuk mengatasi mabok perjalanan, mual dan muntah, bisa menyebabkan cacat bawaan pada hewan percobaan. Tetapi efek seperti ini belum ditemukan pada manusia.

OBAT ANTI-KEJANG

Beberapa obat anti-kejang yang diminum oleh penderita epilepsi yang sedang hamil, bisa menyebabkan terjadinya celah langit-langit mulut, kelainan jantung, wajah, tengkorak, tangan dan organ perut pada bayinya. Bayi yang dilahirkan juga bisa mengalami keterbelakangan mental.

2 obat anti-kejang yang bisa menyebabkan cacat bawaan adalah trimetadion (resiko sebesar 70%) dan asam valproat (resiko sebesar 1%).
Carbamazepine diduga menyebabkan sejumlah cacat bawaan yang sifatnya ringan.

Bayi baru lahir yang selam dalam kandungan terpapar oleh phenitoin dan phenobarbital, bisa mudah mengalami perdarahan karena obat ini menyebabkan kekurangan vitamin K yang diperlukan dalam proses pembekuan darah.
Efek ini bisa dicegah bila selama 1 bulan sebelum persalinan, setiap hari ibunya mengkonsumsi vitamin K atau jika segera setelah lahir diberikan suntikan vitamin K kepada bayinya.
Selama hamil, kepada penderita epilepsi diberikan obat anti-kejang dengan dosis yang paling kecil tetapi efektif dan dipantau secara ketat.

Wanita yang menderita epilepsi, meskipun tidak memakai obat anti-kejang selam hamil, memiliki kemungkinan yang lebih besar untuk melahirkan bayi dengan cacat bawaan. Resikonya semakin tinggi jika selama hamil sering terjadi kejang yang berat atau jika terjadi komplikasi kehamilan atau jka berasal dari golongan sosial-ekonomi yang rendah (karena perawatan kesehatannya tidak memadai).

VAKSIN

Vaksin yang terbuat dari virus yang hidup tidak diberikan kepada wanita hamil, kecuali jika sangat mendesak.
Vaksin rubella (suatu vaksin dengan virus hidup) bisa menyebabkan infeksi pada plasenta dan janin.

Vaksin virus hidup (misalnya campak, gondongan, polio, cacar air dan demam kuning) dan vaksin lainnya (misalnya kolera, hepatitis A dan B, influensa, plag, rabies, tetanus, difteri dan tifoid) diberikan kepada wanita hamil hanya jika dia memiliki resiko tinggi terinfeksi oleh salah satu mikroorganismenya.

OBAT TIROID

Yodium radioaktif yang diberikan kepada wanita hamil untuk mengobati hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang terlalu aktif) bisa melewati plasenta dan menghancurkan kelenjar tiroid janin atau menyebabkan hipotiroidisme (kelenjar tiroid yang kurang aktif) yang berat.

Propiltiourasil dan metimazol, yang juga digunakan untuk mengatasi hipertiroidisme, bisa melewati plasenta dan menyebabkan kelenjar tiroid janin sangat membesar.

OBAT HIPOGLIKEMIK ORAL

Obat hipoglikemik oral digunakan untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes, tetapi seringkali gagal mengatasi diabetes pada wanita hamil dan bisa menyebabkan bayi yang baru lahir memiliki kadar gula darah yang sangat rendah (hipoglikemia). Karena itu untuk mengobati diabetes pada wanita hamil lebih baik digunakan insulin.

NARKOTIKA & OBAT ANTI PERADANGAN NON-STEROID

Narkotika dan obat anti peradangan non-steroid (misalnya aspirin), jika diminum oleh wanita hamil bisa sampai ke janin dalam jumlah yang cukup signifikan.
Bayi yang lahir dari ibu pecandu narkotika bisa mengalami kecanduan sebelum dilahirkan dan menunjukkan gejala putus obat dalam waktu 6 jam – 8 hari setelah dilahirkan.

Mengkonsumsi aspirin atau obat anti peradangan non-steroid lainnya dalam dosis tinggi selama hamil, bisa memperlambat saat persalinan dan juga bisa menyebabkan tertutupnya hubungan antara aorta dan arteri pulmoner sebelum lahir.
Dalam keadaan normal, hubungan tersebut menutup sesaat setelah bayi lahir. Penutupan yang terjadi sebelum bayi lahir akan mendorong darah ke paru-paru yang belum berkembang sehingga memberikan beban yang berlebihan pada sistem peredaran darah janin.

Jika digunakan pada akhir kehamilan, obat anti peradangan non-steroid bisa menyebabkan berkurangnya jumlah cairan ketuban.
Aspirin dosis tinggi bisa menyebabkan perdarahan pada ibu maupun bayinya.
Aspirin atau asam salisilat lainnya bisa menyebabkan peningkatan kadar bilirubin dalam darah janin sehingga terjadi jaundice (sakit kuning) dan kadang kerusakan otak.

OBAT ANTI-CEMAS & ANTI-DEPRESI

Jika diminum pada trimester pertama, obat anti-cemas bisa menyebabkan cacat bawaan, meskipun efeknya belum terbukti.
Jika digunakan selama hamil, obat anti-depresi kebanyakan relatif aman, tetapi litium bisa menyebabkan cacat bawaan (terutama pada jantung).
Barbiturat (misalnya phenobarbital) yang diminum oleh wanita hamil cenderung menyebabkan berkurangnya jaundice yang biasa ditemukan pada bayi baru lahir.

ANTIBIOTIK

Tetracyclin bisa melewati plasenta dan disimpan di dalam tulang serta gigi janin, bercampur dengan kalsium. Akibatnya pertumbuhan tulang menjadi lambat, gigi bayi berwarna kuning dan emailnya lunak serta menjadi rentan terhadap karies.
Resiko terbesar terjadinya kelainan gigi terjadi jika tetrasiklin diminum pada pertengahan sampai akhir kehamilan.

Streptomycin atau Canamycin bisa menyebabkan kerusakan pada telinga bagian tengah janin dan kemungkinan menyebabkan ketulian.
Chloramphenicol tidak berbahaya bagi janin tetapi bisa menyebabkan penyakit yang serius pada bayi baru lahir, yaitu sindroma bayi abu-abu.

Ciprofloxacin tidak boleh diberikan kepada ibu hamil karena bisa menyebabkan kelainan sendi pada hewan percobaan.
Penicillin aman diberikan kepada wanita hamil.

Kebanyakan antibiotik golongan sulfa yang diminum di akhir kehamilan bisa menyebabkan jaundice pada bayi baru lahir, yang bisa menyebabkan kerusakan otak.

OBAT ANTIKOAGULAN

Janin sangat rentan terhadap antikoagulan (obat anti pembekuan) warfarin. Cacat bawaan terjadi pada 25% bayi yang terpapar oleh obah ini selama trimester pertama. Selain itu, bisa terjadi perdarahan abnormal pada ibu maupun janin.
Jika seorang wanita hamil memiliki resiko membentuk bekuan darah, lebih baik diberikan heparin. Tetapi pemakaian jangka panjang selama kehamilan bisa menyebabkan penurunan jumlah trombosit atau pengeroposan tulang (osteoporosis) pada ibu.

OBAT-OBAT UNTUK PENYAKIT JANTUNG & PEMBULUH DARAH

Beberapa wanita hamil memerlukan obat untuk penyakit jantung dan pembuluh darah yang sifatnya menahun atau yang baru timbul selama kehamilan (misalnya pre-eklamsi dan eklamsi).

Obat untuk menurunkan tekanan darah seringkali diberikan kepada wanita hamil yang menderita pre-eklamsi atau eklamsi. Obat in bisa mempengaruhi fungsi plasenta dan digunakan secara sangat hati-hati untuk mencegah kelainan pada janin.
Biasanya, kelainan timbul karena penurunan tekanan darah ibu berlangsung terlalu cepat dan menyebabkan berkurangnya aliran darah ke plasenta.

ACE inhibitor dan thiazide biasanya tidak digunakan selama kehamilan karena bisa menyebabkan masalah yang serius pada janin.
Digoxin (digunakan untuk mengatasi gagal jantung dan kelainan irama jantung) bisa melewati plasenta tetapi efeknya terhadap bayi sebelum maupun setelah lahir sangat kecil.

Nitrofurantoin, vitamin K, sulfonamid dan Chloramphenicol bisa menyebabkan pemecahan sel darah merah pada wanita hamil dan janin yang menderita kekurangan G6PD. Karena itu, obat-obatan tersebut tidak diberikan kepada wanita yang menderita kekurangan G6PD.

OBAT-OBAT YANG DIGUNAKAN SELAMA PERSALINAN

Obat bius lokal, narkotika dan obat pereda nyeri lainnya biasanya melewati plasenta dan bisa mempengaruhi bayi baru lahir.
Karena itu, jika selama proses persalinan diperlukan obat-obatan, maka diberikan efek terkecil yang masih efektif dan diberikan selambat-lambatnya agar tidak sempat sampai ke janin yang masih berada dalam rahim.

OBAT SOSIALISASI & OBAT TERLARANG

Merokok selama hamil bisa berbahaya.
Berat badan lahir rata-rata dari bayi yang ibunya perokok adalah 170 gram lebih rendah dari bayi yang ibunya tidak merokok.
Keguguran, kelahiran mati, lahir prematur dan sindroma kematian bayi mendadak lebih sering ditemukan pada bayi yang ibunya merokok selama hamil.

Meminum alkohol selama hamil bisa menyebabkan cacat bawaan.
Bayi yang lahir dari ibu yang mengkonsumsi alkohol dalam jumlah besar bisa mengalami sindroma alkohol. Bayi ini kecil, seringkali memiliki kepala yang kecil (mikrosefalus), kelainan wajah dan kelainan mental. Kadang terjadi kelainan sendi dan kelainan jantung. Bayi ini tidak berkembang dan kemungkinan akan meninggal sesaat setelah dilahirkan.

Aspartam adalah pemanis buatan yang tampaknya aman digunakan selama hamil asalkan jumlahnya tidak berlebihan.

Cocain yang digunakan selama hamil bisa meningkatkan resiko terjadinya keguguran, abrupsio plasenta, cacat bawaan pada otak, ginjal dan alat kelamin serta perilaku yang kurang interaktif pada bayi baru lahir.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemakaian marijuana dosis tinggi selama hamil bisa menyebabkan perilaku yang abnormal pada bayi baru lahir.

Pria dan Bau Badan

Mulyono (25 th) belakangan ini mulai merasa tidak nyaman dengan badannya, bukan masalah bentuk fisik ataupun masalah berat badan melainkan masalah keringat berlebih yang sering timbul & mengganggu penampilannya. Awalnya ia merasakan wajar saja bila orang berkeringat terlebih lagi pada siang hari di kota seperti Jakarta, tetapi kini Mulyono merasa bahwa keringat tersebut mulai mengganggu karena menimbulkan aroma tak sedap pada dirinya. Ia pun sudah berusaha untuk meminimalkan bau badannya tersebut dengan menggunakan cologne pengharum tetapi ternyata aroma bau badannya menjadi semakin kuat & menganggu. Sekarang mulyono makin merasa tidak nyaman saat harus berkumpul dengan teman ataupun rekan kerjanya karena sepertinya mereka juga mulai merasa terganggu dengan masalahnya tersebut.

Kebanyakan orang pasti akan berkeringat saat melakukan olahraga ataupun saat berada pada lingkungan yang panas, demikian juga saat mereka merasa gugup, cemas atau dalam keadaan stress. Kondisi yang seperti ini adalah keadaan yang normal dan alami. Berkeringat sebenarnya bukan merupakan masalah yang utama, adanya bau pada keringat tersebutlah yang lebih menimbulkan masalah yang sebenarnya.

Ayo, cari tahu lebih banyak tentang masalah bau badan terutama pada pria dengan membaca artikel terbaru dari medicastore. com, yaitu :

Klik disini

Sebenarnya keringat sendiri biasanya tidak berbau, tetapi adanya bakteri yang terdapat pada kulitlah yang menyebabkan terjadinya bau pada keringat. Perubahan yang tak biasa pada jumlah keringat, baik menjadi lebih banyak (hyperhidrosis) ataupun keringat menjadi lebih sedikit atau tak ada keringat (anhidrosis) sebaiknya perlu diperhatikan. Demikian juga dengan perubahan pada aroma tubuh ataupun bau badan karena hal ini dapat menjadi pertanda adanya masalah kesehatan lain.

Untuk masalah keringat dan bau badan yang normal, perubahan gaya hidup dan perawatan kebersihan tubuh dapat mengatasi masalah tersebut secara efektif walaupun pada beberapa kasus, penggunaan antiperspirant ataupun deodorant akan sangat membantu.

Hal yang perlu di waspadai :
Perubahan pada bau badan dapat menjadi pertanda terhadap adanya beberapa kondisi medis seperti diabetes ketoacidosis ataupun kegagalan fungsi ginjal. Hubungi dokter anda bila mengalami beberapa masalah berikut :
Tiba-tiba mengalami keringat yang bertambah banyak atau menjadi sedikit dari biasanya.
Keringat mulai mengganggu aktivitas sehari-hari
Mengalami masalah keringat pada malam hari tanpa alasan yang jelas
Adanya perubahan pada bau badan

Penanggulangan sendiri untuk masalah bau badan :
Berikut beberapa hal yang dapat dilakukan sendiri untuk mengurangi keringat atau bau badan berlebih :
Mandi setiap hari, mandi secara teratur dapat membantu mengatasi jumlah bakteri di kulit.
Keringkan kaki sehabis mandi, mikroorganisme dapat tumbuh dengan subur di antara sela-sela jari kaki. Gunakan bedak kaki bila perlu untuk membantu menyerap keringat.
Gunakan sepatu yang terbuat dari bahan alami. Sepatu yang terbuat dari bahan alami seperti bahan kulit dapat mengatasi kaki berkeringat karena bahan kulit tersebut dapat membuat kaki bernafas.
Gantilah sepatu secara rutin. Sepatu tidak dapat kering hanya dalam waktu semalam, jadi usahakan untuk tidak menggunakan sepatu yang sama dua hari berturut-turut jika mengalami masalah kaki berkeringat.
Gunakan kaus kaki yang tepat. Kaus kaki yang terbuat dari bahan katun atau wool dapat menjaga kaki menjadi kering, karena bahan-bahan tersebut dapat menyerap keringat. Untuk mereka yang aktif bergerak, kaus kaki untuk olahraga merupakan pilihan yang tepat.
Sering mengganti kaus kaki. Gantilah kaus kaki setiap sehari sekali atau sehari dua kali bila mengalami masalah kaki berkeringat.
Angin-anginkan selalu kaki yang berkeringat. Lepaskan alas kaki atau sepatu sesering mungkin atau bahkan sesekali cobalah untuk bertelanjang kaki.
Gunakan pakaian yang terbuat dari bahan alami. Pakaian yang terbuat dari bahan katun, wool ataupun sutera dapat membuat kulit bernafas. Pada saat berolahraga gunakan pakaian yang dapat menghilangkan kelembapan dari kulit anda.
Gunakan antiperspirant pada malam hari. Saat menjelang tidur oleskan antiperspirant tersebut pada telapak tangan atau kaki yang berkeringat. Usahakan untuk menggunakan antiperspirant yang bebas parfum.
Coba teknik relaksasi. Pertimbangkan juga untuk menggunakan teknik relaksasi seperti yoga, meditasi ataupun biofeedback. Hal ini untuk membantu mengatasi stress yang dapat memicu timbulnya keringat.
Ubahlah makanan anda. Jika makanan atau minuman tertentu dapat membuat keringat menjadi berlebih dan berbau, maka pertimbangkan untuk menghindari makanan atau minuman tersebut seperti minuman berkafein, ataupun makanan yang berbau tajam seperti bawang putih atau bawang Bombay. ( medicastore )

Mengatasi Anak yang Susah Makan

Apakah anda seorang ayah atau ibu yang berpengalaman dengan si kecil yang susah makan? Jika ya, anda tidak sendiri! Anak susah makan merupakan permasalahan yang sering dikeluhkan orang tua, terutama para ibu. Berbagai cara seolah tidak berhasil dilakukan untuk mengatasi si kecil yang sulit makan. Bahkan tak jarang para ibu menjadi tertekan dan stress dalam menghadapi buah hatinya. Menurut dr. Widodo Judarwanto, Sp.A dari situs Picky Eaters Clinic, anak dikatakan susah makan apabila ia menolak untuk makan,atau mengalami kesulitan mengkonsumsi makanan atau minuman dengan jenis dan jumlah sesuai usia, mulai dari membuka mulut, mengunyah, menelan hingga makanan terabsorpsi secara alami dan wajar tanpa paksaan dan tanpa pemberian obat tertentu.

Sebenarnya, apa yang menyebabkan seorang anak susah untuk makan? Secara umum, factor penyebab seorang anak susah makan dikarenakan faktor fisik dan faktor psikis. Faktor fisik meliputi terdapatnya gangguan di organ pencernaan maupun terdapatnya infeksi dalam tubuh anak. Sedangkan faktor psikis meliputi gangguan psikologis pada anak, seperti kondisi rumah tangga yang bermasalah, suasana makan yang kurang menyenangkan, tidak pernah makan bersama orangtua, maupun anak dipaksa memakan makanan yang tidak disukai.

Setelah anak memasuki usia 2 tahun, perkembangannya yang tidak lagi sepesat sebelumnya turut mempengaruhi kebutuhan tubuh dan nafsu makannya. Bagi orangtua yang memiliki anak usia ini perlu bersabar dan hindarkan menaruh harapan yang terlalu tinggi pada anak untuk makan dalam jumlah besar. Dibutuhkan kreativitas dari orangtua agar anak jangan sampai kekurangan gizi akibat si kecil tidak mau makan.

Lantas bagaimana orang tua harus menyikapinya? Langkah pertama yang perlu dilakukan orang tua adalah memantau kondisi anak. Baik dari segi kesehatannya maupun berat badan anak. Pantauan mengenai perkembangan anak dapat dilihat dari KMS (KMS1 & KMS2) buah hati anda. Selain menggunakan KMS, anda dapat menggunakan perhitungan BMI (Body Mass Index) bagi anak yang dipengaruhi umur, berat badan, tinggi badan, dan jenis kelamin. Langkah berikutnya lakukanlah evaluasi mengenai cara anda memperlakukan anak anda. Jangan-jangan si buyung susah makan karena faktor psikis.

Berikut tips bagi orang tua untuk mengatasi masalah anak susah makan yang diadaptasi dari mayoclinic.com.
1. Ciptakanlah suasana makan yang menyenangkan dengan berbagai kreasi yang dapat anda lakukan, misalnya menghidangkan makanan dengan aneka bentuk dan wadah yang menarik.
2. Hindarkan gaya memaksa dan mengancam dalam membujuk anak. Selama waktu makan, minimalkan gangguan, misalnya matikan televisi dan jauhkan buku atau mainan dari meja makan.
3. Libatkanlah anak anda untuk menyiapkan makanan, misalnya dengan meminta pertolongannya untuk mengambilkan buah atau sayur di swalayan maupun membantu menyiapkan meja makan. Selain itu, anak anda memerlukan contoh dari orang tuanya. Bila anda mengkonsumsi makanan sehat, maka anak akan mencontoh pola makan anda sebagai orang tua.
4. Hindari memberi iming-iming makanan penutup sebagai hadiah. Hal ini dapat menyiratkan bahwa makanan penutup merupakan makanan yang paling enak dan baik untuk anak. Selain itu, dapat meningkatkan keinginan mengkonsumsi makanan manis bagi anak. Anda dapat memberikan makanan penutup selama 2 hari dalam seminggu, sedangkan pada pekan berikutnya tidak anda berikan. Buah, yogurt atau makanan sehat lain dapat anda ganti sebagai makanan penutup.
5. Batasi pemberian minuman di sela-sela waktu makan. Minuman rendah lemak maupun jus buah segar memang penting untuk anak, namun bila ananda terlalu banyak minum, tidak akan ada tempat yang cukup untuk makanan maupun kudapan sehat yang bisa masuk ke perut anak.
Yang perlu anda ketahui adalah bahwa anak-anak tidak mau makan bila mereka tidak merasa lapar. Tidak perlu langsung cemas dengan makan mereka yang sedikit. Mungkin saja memang sejumlah itulah yang dibutuhkan anak. Tidak semua anak membutuhkan makanan dalam jumlah besar. Suplemen makanan dapat diberikan pada anak untuk mencukupi vitamin dan mineral yang dibutuhkan bila tidak tercukupi dari asupan makanannya. Sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu pada tenaga kesehatan.

Bila penyebab anak susah makan adalah faktor fisik, rundingkanlah dengan dokter anak anda. Dokter akan memeriksa kondisi anak dan memutuskan langkah apa yang seharusnya diambil. Hal ini dikarenakan banyak penyakit dengan gejala anak susah makan. Diantaranya adalah gangguan organ pencernaan, seperti gangguan mulut (termasuk sariawan), kerongkongan, lambung, usus, maupun terdapatnya infeksi pada tubuh anak. Beragam penyakit infeksi dengan gejala anak susah makan diantaranya cacing, campak, cacar air, sampai TBC. Namun panik bukanlah sebuah solusi. Diskusikanlah dengan dokter anak.

Kebiasaan makan si kecil tidak akan berubah secara instan. Namun dengan langkah kecil yang anda lakukan setiap hari, dapat mendorong kebiasaan makan yang sehat untuk seumur hidup sang buah hati. Bagaimanapun, kesabaran, perhatian, dan kreativitas, mutlak diperlukan orang tua agar anak tumbuh sehat sesuai harapan. (  Enny Sophia-medicastore.com ).

Nyaman Beribadah dan Bepergian Tanpa Overactive Bladder

By: DR.dr.Siti Setiati,M.Epid,KGer

Faktor kenyamanan sangat penting dalam menjalankan ibadah dan saat melakukan perjalanan. Khususnya soal kebersihan yang merupakan hal wajib dalam shalat dan beribadah lain seperti tadarus. Akan tetapi bagi kaum muslimah, ada penyakit tertentu yang apabila terus menerus diabaikan, dapat sangat mengganggu kenyamanan beribadah, yaitu overactive bladder (OAB) – sering buang air kecil atau mengompol.
Sebetulnya, penyakit ini dapat dicegah dan diatasi. Apabila penyakit ini diabaikan, dapat bertambah parah dan mengganggu kenyamanan beribadah dan saat melakukan perjalanan atau bepergian.

Memahami fenomena ini, sebagai salah satu kegiatan kampanye Pfizer Woman Care (PWC), PT Pfizer Indonesia menyelenggarakan diskusi ilmiah mengenai OAB, pencegahan dan solusinya di Balai Kartini, Jakarta (22/09) dengan menghadirkan DR. Dr. Siti Setiati, MEpid, SpPD, KGer, dokter spesialis penyakit dalam dan konsultan geriatri Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia dan RS Cipto Mangunkusumo.

Dalam istilah kedokteran sering buang air kecil lebih dikenal dengan overactive bladder (OAB). Sampai saat ini belum diketahui dengan jelas penyebab penyakit ini, namun para ahli yang tergabung dengan PERKINA (Perkumpulan Kontinensia Indonesia) menemukan adanya kontraksi yang berlebihan pada otot kandung kemih, yang menyebabkan sensasi untuk buang air kecil lebih sering dari biasanya.

Berdasarkan study APCAB (Asia-Pacific Continence Advisory Board) di negara-negara Asia, setidaknya 53% wanita di Asia terkena gejala OAB.

Gejala OAB dapat menimbulkan permasalahan baru seperti gangguan aktivitas fisik dan pekerjaan, interaksi sosial, psikologis dan depresi, gangguan pada pola tidur, hingga masalah seksual yang kesemuanya akan mengurangi kualitas hidup perempuan.

Tiga gejala yang harus diperhatikan ketika mendiagnosis OAB yaitu:
Urgensi, yakni keinginan tiba-tiba yang kuat untuk berkemih dan sulit ditahan, dengan atau tanpa inkontinens (mengompol)
Frekuensi, yakni mengeluh berkemih terlalu sering atau lebih dari 8 kali dalam satu hari (sering berkemih/poliuri)
Nokturia, yakni keluhan berkemih pada malam hari.
Adapun faktor risiko OAB adalah:
Melemahnya otot dasar panggul akibat kehamilan berkali-kali atau kebiasaan mengedan yang salah atau batuk kronis mengakibatkan seseorang tidak dapat menahan air kencing

Adanya kontraksi (gerakan) abnormal dari dinding kandung kemih walaupun kandung kemih baru terisi sedikit sehingga menimbulkan rasa ingin berkemih

Berkurangnya hormon estrogen akibat menopause pada wanita menyebabkan lemahnya otot dasar panggul dan risiko timbulnya infeksi saluran kemih yang lebih besar
Dr. Ati memberikan solusi beribadah dan bepergian nyaman selama bulan puasa tanpa OAB, yakni:
Membatasi makan/minum yang bersifat diuretik (kopi, teh, dsb)
Buang air kecil sebelum berwudhu
Dalam perjalanan, biasakan berhenti untuk buang air kecil di toilet tempat peristirahatan tol/SPBU/mesjid
Jika sudah sampai di tempat tujuan cari tahu lokasi toilet
Yang harus dibawa: pakaian dalam untuk ganti, air dalam botol/botol air dan tisu basah bayi atau tisu non-alkohol untuk membasuh agar nyaman di toilet umum
Tidak lupa buang air kecil dan tidak minum sebelum tidur
Memakai panty liner/pembalut wanita sehingga dapat langsung dibuang dan tidak mengotori pakaian dalam atau meletakkan popok alas untuk melapisi seprei tempat menginap
Bladder training, terdiri atas: edukasi penderita, penjadwalan berkemih dan teknik menahan berkemih, dan latihan otot dasar panggul
Segera konsultasi pada dokter jika merasakan gejala-gejala di atas sehingga bisa diberikan obat yang tepat.

Dalam OAB, dapat dilakukan pendekatan farmakologis dengan menggunakan obat untuk mengobati gejala-gejala penyakit OAB. Mekanisme kerja obat ini antara lain dengan mengurangi frekuensi buang air, keinginan yang mendesak dan buang air kecil secara tidak sadar; membantu mengontrol keinginan buang air dengan mengurangi kontraksi otot yang berada di dinding kandung kemih; serta meningkatkan kapasitas penampungan urin/air kencing pada kandung kemih dan dapat menunda keinginan untuk buang air kecil. (nita-medicastore.com )

Mencegah Kerontokan Rambut Secara Alami

By: dr.Theresia Diah Arini

Setiap wanita akan merasa cemas bila sehabis keramas melihat lantai atau sisir yang dipakai dipenuhi oleh helaian rambut yang rontok. Tentu di benaknya akan timbul pertanyaan wah kalau begini terus bisa gawat ya?

Penyebab kerontokan rambut

Ada banyak hal yang dapat menjadi penyebab kerontokan rambut; mulai dari stres, merokok, gizi tidak seimbang, faktor hormonal, berbagai macam penyakit sampai faktor keturunan. Karenanya, pengobatan medis yang dilakukan juga banyak, tergantung dari penyebabnya. Lebih jauh para ahli menambahkan, banyak cara pengobatan alami yang bermanfaat untuk kesehatan rambut, diantaranya : makan untuk kesehatan, dengan nutrisi seimbang

Makan untuk Kesehatan Rambut

Semua makanan yang baik untuk tubuh secara keseluruhan baik juga untuk rambut. Di antaranya makanan tinggi protein, rendah karbohidrat dan rendah lemak. Namun ada pula zat-zat lain yang secara spesifik diperlukan untuk kesehatan rambut, yaitu asam lemak omega 3, vitamin B12, biotin, dan mineral seperti zat besi, seng, dan tembaga. Kekurangan salah satu zat ini seringkali luput dari perhatian kita, namun sesungguhnya berperan penting terjadinya kerontokan rambut.

Setiap bulan wanita mengalami menstruasi, oleh karena itu wanita sangat rentan terhadap anemia kekurangan zat besi. Penelitian mendapatkan defisiensi zat besi ini sering menjadi penyebab kerontokan rambut pada wanita. Sumber zat besi dalam makanan sehari-hari misalnya dari sayuran hijau, daging berwarna merah serta hati.

Vitamin B12 bersumber dari telur, serta daging-dagingan. Oleh sebab itu diperlukan suplemen vitamin B 12 bagi mereka yang tidak makan jenis makanan tersebut di atas.

Suplemen makanan yang juga dianjurkan untuk dikonsumsi adalah biotin. Biotin kerap digunakan oleh dokter untuk terapi kerontokan rambut, sebab zat ini merupakan komponen utama pertumbuhan rambut, kulit serta kuku. Kita bisa saja mendapatkan biotin alami dari hati atau kuning telur, tapi untuk mencukupi kebutuhan diperlukan jumlah yang banyak. Karenanya, agar praktis kita dapat mengkonsumsi dalam bentuk suplemen makanan.

Ramuan Herbal untuk Rambut Rontok

Saat ini di pasaran banyak dijumpai ramuan herbal yang diyakini bermanfaat mengobati kerontokan rambut. Ramuan herbal tersebut sangat beragam, ada yang berasal dari tanaman asli Indonesia dan ada yang berasal dari luar negeri. Cara pemakaiannya juga bervariasi, ada yang dioleskan di kulit kepala, untuk keramas, dan ada yang diminum. Contoh herbal yang dianggap bermanfaat adalah : ginseng, jahe, cuka apel, tanaman saw palmetto, horsetail, teh hijau, dll. Walaupun diberi label sebagai bahan natural, kita perlu tetap hati-hati dalam pemakaiannya, terutama ramuan yang diminum. Pasalnya, ada juga ramuan herbal yang memiliki efek samping bagi tubuh terutama bila diminum oleh wanita yang juga menggunakan obat kontrasepsi. Karena itu, carilah informasi apa sebenarnya isi ramuan herbal tersebut, dan bila perlu konsultasikan kepada dokter.

Herbal yang aman digunakan adalah teh hijau. Beberapa penelitian di Jepang menunjukkan bahwa minum teh hijau dapat meningkatkan zat tertentu yang disebut sex hormone binding globulin (SHBG) yang menghambat aktivitas hormonal pemicu kerontokan rambut. Selain itu teh hijau juga bermanfaat sebagai antioksidan dan memiliki efek anti-kanker.

Rambut Rontok dan Produk Kosmetik Rambut

Selama ini kita sudah tahu bahwa pemakaian kosmetik rambut seperti shampoo, pewarna rambut, dan pengering rambut dapat menyebabkan kerusakan rambut. Hal tersebut memang benar, namun kerusakan ini tidak sama dengan kerontokan rambut akibat masalah genetik atau problem medis lainnya.

Kerusakan akibat kosmetik rambut umumnya berupa batang rambut yang menjadi pecah-pecah, sedangkan kerontokan akibat problem medis sebenarnya disebabkan kerusakan pada tingkat akar atau folikel rambut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemakaian kosmetik rambut tidak meningkatkan risiko terjadinya kerontokan rambut. Hal ini berarti wanita dengan keluhan kerontokan rambut tidak perlu takut untuk menata bahkan mewarnai rambutnya. Yang penting imbangi dengan asupan makanan bergizi untuk kesehatan rambut. Selamat merawat rambut Anda.

Kebotakan (alopesia)

DEFINISI
Kebotakan (alopesia) adalah hilangnya sebagian atau seluruh rambut.

Sejalan dengan pertambahan usia, pada pria dan wanita akan terjadi penurunan kepadatan rambut.
Pria memiliki pola kebotakan khusus yang berhubungan dengan hormon testosteron. Jika seorang pria tidak menghasilkan testosteron (akibat kelainan genetik atau dikebiri), maka dia tidak akan memiliki pola kebotakan tersebut.
Wanita juga memiliki pola kebotakan yang khusus.

Alopesia paling sering terjadi pada kulit kepala, biasanya terjadi secara bertahap dan bisa seluruh kulit kepala kehilangan rambutnya (alopesia totalis) atau hanya berupa bercak-bercak di kulit kepala.
Sekitar 25% pria mulai mengalami kebotakan pada usia 30 tahun dan sekitar duapertiga pria menjadi botak pada usia 60 tahun.

Rata-rata kulit kepala mengandung 100.000 helai rambut dan setiap harinya, rata-rata sebanyak 100 helai rambut hilang dari kepala.
Setiap helai rambut berumur 4,5 tahun, dengan pertumbuhan sekitar 1 cm/bulan. Biasanya pada tahun ke 5 rambut akan rontok dan dalam waktu 6 bulan akan diganti oleh rambut yang baru.
Kebotakan yang diturunkan terjadi akibat kegagalan tubuh untuk membentuk rambut yang baru, bukan karena kehilangan rambut yang berlebihan.

PENYEBAB
Penyebabnya bisa berupa:
Keturunan
Penuaan
Perubahan hormon
Demam
Keadaan kulit lokal
Penyakit sistemik
Obat-obat tertentu, misalnya yang digunakan untuk mengobati kanker atau vitamin A yang berlebihan
Pemakaian sampo dan pengering rambut yang berlebihan
Stres emosional atau stres fisik
Perilaku cemas (kebiasaan menarik-narik rambut atau menggaruk-garuk kulit kepala)
Luka bakar
Terapi penyinaran
Tinea kapitis
Trikotilomania.
alopesia_totalisGEJALA
Kebotakan pola pria

Kebotakan pola pria adalah suatu pola khusus dari kebotakan pada pria, yang disebabkan oleh perubahan hormon dan faktor keturunan.

Kebotakan terjadi karena adanya penciutan akar rambut yang menghasilkan rambut yang lebih pendek dan lebih halus. Hasil akhir dari keadaan ini adalah akar rambut yang sangat kecil, yang tidak memiliki rambut.
Penyebab gagalnya pertumbuhan rambut baru belum sepenuhnya dimengerti, tetapi hal ini berhubungan dengan faktor keturunan dan hormon androgen, terutama dihidrotestosteron yang berasal dari testosteron.

Kebotakan pola pria dimulai pada garis rambut; secara bertahap, garis rambut mundur membentuk huruf M.
Rambut menjadi lebih halus dan tidak tumbuh sepanjang sebelumnya.
Rambut di ubun-ubun juga mulai menipis dan pada akhirnya ujung atas dari garis rambut yang berbentuk M bertemu dengan ubun-ubun yang menipis, membentuk kebotakan yang menyerupai tapal kuda.

Kebotakan pola wanita

Kebotakan pola wanita adalah kehilangan rambut pada wanita akibat perubahan hormon, penuaan dan faktor keturunan.

Kebotakan terjadi karena adanya kegagalan pertumbuhan rambut yang baru. Penyebab dari kegagalan tersebut belum sepenuhnya dimengerti, tetapi diduga berhubungan dengan faktor keturunan, penuaan dan kadar hormon androgen.
Perubahan kadar hormon androgen bisa mempengaruhi pertumbuhan rambut. Setelah menopause, banyak wanita yang merasakan rambutnya menipis, sedangkan rambut wajahnya menjadi lebih kasar.

Pola kebotakan pada wanita berbeda dengan kebotakan pada pria. Rambut di garis rambut (dahi) tetap, sedangkan rambut di bagian kepala lainnya menipis.
Mungkin terdapat kehilangan rambut yang lebih di ubun-ubun, tetapi jarang berkembang menjadi kebotakan total seperti yang terjadi pada pria.

Kebotakan pada wanita juga bisa disebabkan oleh:
- kerontokan rambut yang bersifat sementara (effluvium telogen)
- kerusakan rambut akibat penataan rambut, pengeritingan atau penarikan rambut
- alopesia areata
- obat-obatan
- penyakit kulit tertentu.

Alopesia toksika.

Alopesia toksika atau alopesia karena keracunan bisa terjadi akibat:
Penyakit berat yang disertai demam tinggi.
Dosis yang berlebihan dari beberapa obat (terutama talium, vitamin A dan retinoid)
Obat kanker
Kelenjar tiroid atau kelenjar hipofisa yang kurang aktif
Kehamilan.

Kerontokan rambut bisa terjadi selama 3-4 bulan setelah penyakit atau keadaan lainnya.
Biasanya kerontokan bersifat sementara dan rambut akan tumbuh kembali.

Alopesia areata

Alopesia areata adalah suatu keadaan dimana secara tiba-tiba terjadi kerontokan rambut di daerah tertentu, biasanya pada kulit kepala atau janggut.
Pada alopesia universalis terjadi kerontokan pada semua rambut tubuh; sedangkan pada alopesia totalis terjadi kebotakan total pada rambut kepala.

Pola kebotakan yang terjadi adalah khas, yaitu berupa bercak berbentuk bundar.
Penyebabnya tidak diketahui, tetapi kadang dihubungkan dengan penyakit autoimun.

Trikotilomania

Trikotilomania adalah hilangnya rambut sebagai akibat dari dorongan yang kuat untuk menarik-narik rambut.
Hilangnya rambut bisa membentuk suatu bercak bundar atau tersebar di kulit kepala.

Trikotilomania merupakan suatu perilaku kompulsif, yang mungkin berasal dari adanya stres emosional maupun stres fisik.
Paling sering ditemukan pada anak-anak, tetapi kebiasaan ini bisa menetap sepanjang hidup penderita.

Alopesia karena jaringan parut.

Kebotakan terjadi di daerah jaringan parut.
Jaringan parut mungkin berasal dari luka bakar, cedera berat atau terapi penyinaran.

Penyebab lain dari alopesia karena jaringan parut adalah:
- lupus eritematosus
- liken planus
- infeksi bakteri atau jamur yang bersifat menetap
- sarkoidosis
- tuberkulosis
- kanker kulit.

DIAGNOSA
Menentukan jenis kebotakan secara sederhana hanya melalui pengamatan terkadang sulit, karena itu dilakukan biopsi kulit untuk membantu menegakkan diagnosisnya.
Dengan biopsi bisa diketahui keadaan dari akar rambut sehingga bisa ditentukan penyebab dari kebotakan.

Pola kebotakan pria maupun wanita biasanya didiagnosis berdasarkan pola dan gambaran hilangnya rambut.

PENGOBATAN
Kehilangan rambut karena penyakit, terapi penyinaran atau pemakaian obat, tidak memerlukan pengobatan khusus.
Jika penyakitnya membaik atau jika pengobatan dihentikan, biasanya rambut akan kembali tumbuh.
Selama rambut masih dalam pertumbuhan, penderita bisa menggunakan rambut palsu, topi atau penutup kepala lainnya.

Kebotakan pola pria maupun wanita bersifat menetap. Jika penderita merasa tidak terganggu dengan penampilannya, maka tidak perlu dilakukan pengobatan.

Ada 2 macam obat yang digunakan untuk mengatasi kebotakan pola pria maupun wanita, yaitu minoxidil dan propesia.
Minoxidil dioleskan langsung ke kulit kepala. Obat ini bisa memperlambat kerontokan rambut, tetapi bila pemakaiannya dihentikan, maka kebotakan akan kambuh kembali.
Propesia menghambat pembentukan hormon yang berperan dalam terjadinya kebotakan. Obat ini lebih efektif dibandingkan dengan minoxidil dan tidak menimbulkan efek terhadap kadar testosteron dalam tubuh.

Pencangkokan rambut dilakukan dengan mengangkat sekumpulan kecil rambut dari daerah dimana rambut masih tumbuh dan menempatkannya di daerah yang mengalami kebotakan.
Hal ini bisa menyebabkan terbentuknya jaringan parut di daerah donor dengan resiko infeksi yang rendah.
Prosedur ini mungkin harus dilakukan secara berulang dan biayanya mahal.

Cara lain yang aman dan tidak terlalu mahal untuk mengatasi kebotakan pola pria maupun wanita adalah merubah gaya penyisiran rambut atau menggunakan rambut palsu.

Untuk alopesia areata bisa dilakukan pengobatan berikut:
- corticosteroid topikal (dioleskan langsung ke kulit kepala)
- suntikan steroid subkutan (dibawah kulit)
- terapi sinar ultraviolet
- mengoleskan bahan iritatif ke daerah yang botak untuk merangsang pertumbuhan kembali.

Pada trikotilomania, mencukur kepala bisa mempertahankan rambut, tetapi tidak mengatasi akar permasalahannya.
Orang tua sebaiknya membantu menemukan masalahnya dan ikut terlibat dalam pengobatan.
Dianjurkan untuk menjalani pemeriksaan psikis.

Tes Alergi

Tes Alergi

dr. Iwan Santoso

Sering kita mendengar penyakit alergi, maka akan timbul pertanyaan di dalam pikiran kita. Apa saja yang termasuk penyakit alergi ? Bagaimana cara mengetahui alergi tersebut ?

Penyakit alergi termasuk penyakit genetik atau keturunan, yang disebabkan oleh antibodi Imunoglobulin E (Ig E). Yang termasuk penyakit alergi adalah :

Rinitis alergi, ditandai oleh bersin-bersin, hidung tersumbat, gatal, berair.

Konjungtivitis alergi, ditandai oleh mata gatal, merah, berair, kelopak mata bengkak.

Urtikaria (biduran, kaligata), ditandai oleh kulit bentol, merah, gatal.

Dermatitis (eksim), ditandai oleh kulit merah, gatal, mengelupas, kasar.

Asma, ditandai oleh batuk lama, sesak napas, bunyi mengi waktu bernapas.

Pada saluran pencernaan, ditandai oleh mual, muntah, mules, diare.

Untuk mengetahui seseorang apakah menderita penyakit alergi dapat kita periksa kadar Ig E dalam darah, maka nilainya lebih besar dari nilai normal (0,1-0,4 ug/ml dalam serum) atau ambang batas tinggi. Lalu pasien tersebut harus melakukan tes alergi untuk mengetahui bahan/zat apa yang menyebabkan penyakit alergi (alergen).
Ada beberapa macam tes alergi, yaitu :

Skin Prick Test (Tes tusuk kulit).
Tes ini untuk memeriksa alergi terhadap alergen hirup dan makanan, misalnya debu, tungau debu, serpih kulit binatang, udang, kepiting dan lain-lain. Tes ini dilakukan di kulit lengan bawah sisi dalam, lalu alergen yang diuji ditusukkan pada kulit dengan menggunakan jarum khusus (panjang mata jarum 2 mm), jadi tidak menimbulkan luka, berdarah di kulit. Hasilnya dapat segera diketahui dalam waktu 30 menit Bila positif alergi terhadap alergen tertentu akan timbul bentol merah gatal.
Syarat tes ini :

Pasien harus dalam keadaan sehat dan bebas obat yang mengandung antihistamin (obat anti alergi) selama 3 – 7 hari, tergantung jenis obatnya.

Umur yang di anjurkan 4 – 50 tahun.
Biaya untuk test ini untuk mendeteksi 33 alergen berkisar antara Rp. 350.000 – Rp. 600.000 tergantung instansi dan peralatan yang dipakai.

Patch Tes (Tes Tempel).
Tes ini untuk mengetahui alergi kontak terhadap bahan kimia, pada penyakit dermatitis atau eksim. Tes ini dilakukan di kulit punggung. Hasil tes ini baru dapat dibaca setelah 48 jam. Bila positif terhadap bahan kimia tertentu, akan timbul bercak kemerahan dan melenting pada kulit.
Syarat tes ini :

Dalam 48 jam, pasien tidak boleh melakukan aktivitas yang berkeringat, mandi, posisi tidur tertelungkup, punggung tidak boleh bergesekan.

2 hari sebelum tes, tidak boleh minum obat yang mengandung steroid atau anti bengkak. Daerah pungung harus bebas dari obat oles, krim atau salep.
Biaya untuk test ini berkisar antara Rp. 350.000

RAST (Radio Allergo Sorbent Test).
Tes ini untuk mengetahui alergi terhadap alergen hirup dan makanan. Tes ini memerlukan sampel serum darah sebanyak 2 cc. Lalu serum darah tersebut diproses dengan mesin komputerisasi khusus, hasilnya dapat diketahui setelah 4 jam.
Kelebihan tes ini : dapat dilakukan pada usia berapapun, tidak dipengaruhi oleh obat-obatan.
Biaya untuk test ini berkisar antara Rp. 200.000 – Rp. 300.000 / alergen.

Skin Test (Tes kulit).
Tes ini digunakan untuk mengetahui alergi terhadap obat yang disuntikkan. Dilakukan di kulit lengan bawah dengan cara menyuntikkan obat yang akan di tes di lapisan bawah kulit. Hasil tes baru dapat dibaca setelah 15 menit. Bila positif akan timbul bentol, merah, gatal.

Tes Provokasi.
Tes ini digunakan untuk mengetahui alergi terhadap obat yang diminum, makanan, dapat juga untuk alergen hirup, contohnya debu. Tes provokasi untuk alergen hirup dinamakan tes provokasi bronkial. Tes ini digunakan untuk penyakit asma dan pilek alergi. Tes provokasi bronkial dan makanan sudah jarang dipakai, karena tidak nyaman untuk pasien dan berisiko tinggi terjadinya serangan asma dan syok. tes provokasi bronkial dan tes provokasi makanan sudah digantikan oleh Skin Prick Test dan IgE spesifik metode RAST.

Untuk tes provokasi obat, menggunakan metode DBPC (Double Blind Placebo Control) atau uji samar ganda. caranya pasien minum obat dengan dosis dinaikkan secara bertahap, lalu ditunggu reaksinya dengan interval 15 – 30 menit.
Dalam satu hari hanya boleh satu macam obat yang dites, untuk tes terhadap bahan/zat lainnya harus menunggu 48 jam kemudian. Tujuannya untuk mengetahui reaksi alergi tipe lambat.

Ada sedikit macam obat yang sudah dapat dites dengan metode RAST.
Semua tes alergi memiliki keakuratan 100 %, dengan syarat persiapan tes harus benar, dan cara melakukan tes harus tepat dan benar.

Tentang dr. Iwan Santoso

Dokter muda energik yang akrab disapa Dr. Iwan ini dilahirkan 39 tahun yang lalu. Dr. Iwan memperoleh gelar dokter umum dari Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti pada tahun 1996.

Beliau praktek di Klinik Asma & Alergi DR. Indrajana, Jl. Tanah Abang 3/18A, Jakarta, 021-3841919 dan Rumah Sakit Suyoto, Jl. RC Veteran No. 178 Bintaro, 021 73691567. Selain praktek beliau juga sebagai koordinator Dokter di Klinik Asma & Alergi DR. Indrajana seluruh Indonesia.

BY: Admin Pkm Tja

Gagal Ginjal, Pencegahan dan Penatalaksanaan n

Mencegah Gagal Ginjal
Tim Dokter RSMediros

Ceramah Kesehatan rutin untuk masyarakat umum dengan judul “Cegah Gagal Ginjal. Peminat ceramah cukup banyak, dihadiri sekitar 60 peserta (pada kapasitas ruangan biasa sekitar 50 orang). Cukup besar perhatian dari para peserta tampak melalui banyaknya pertanyaan, sehingga berikut ini dirasakan perlu menyampaikan intisari ceramah tersebut.
Pengasuh.

Judul ceramah ”Cegah Gagal Ginjal, Pencegahan dan Penanggulangannya”, ditujukan bagi masyarakat umum dengan penekanan ceramah pada pencegahan, tetapi juga yang tidak kalah pentingnya adalah mendeteksi /menemukan lebih dini/sedini mungkin penyakit ginjal. Pada bagian pertama ceramah tersebut kami menggarisbawahi suatu ungkapan: ”Health is not everything, but without it everything is nothing”, bila tidak memiliki kondisi sehat, maka dari kacamata penderita dunia sekeliling seakan-akan tampak suram. Penyakit ginjal banyak yang dapat bersifat kronis, karenanya lebih baik menemukan secara dini dan mengatasinya sehingga tidak menjadi berkepanjangan yang menimbulkan kerugian yang besar.
Anatomi. Dijelaskan tentang ginjal yang berukuran panjang 11-12 cm, lebar 5-7 cm, tebal 2,3-3 cm, kira-kira sebesar kepalan tangan. Ginjal terbentuk oleh unit yang disebut nephron yang berjumlah 1-1,2 juta buah pada tiap ginjal. Unit nephron dimulai dari pembuluh darah halus / kapiler, bersifat sebagai saringan disebut Glomerulus, darah melewati glomerulus/ kapiler tersebut dan disaring sehingga terbentuk filtrat (urin yang masih encer) yang berjumlah kira-kira 170 liter per hari, kemudian dialirkan melalui pipa/saluran yang disebut Tubulus. Urin ini dialirkan keluar ke saluran Ureter, kandung kencing, kemudian ke luar melalui Uretra.
Fungsi ginjal. Ginjal adalah organ yang mempunyai pembuluh darah yang sangat banyak (sangat vaskuler) tugasnya memang pada dasarnya adalah ”menyaring/membersihkan” darah. Aliran darah ke ginjal adalah 1,2 liter/menit atau 1.700 liter/hari, darah tersebut disaring menjadi cairan filtrat sebanyak 120 ml/menit (170 liter/hari) ke Tubulus. Cairan filtrat ini diproses dalam Tubulus sehingga akhirnya keluar dari ke-2 ginjal menjadi urin sebanyak 1-2 liter/hari. Sebagai resume, fungsi ginjal adalah sbb: 1.Bertugas sebagai sistem filter/saringan, membuang ”sampah”. 2. Menjaga keseimbangan cairan tubuh. 3. Produksi hormon yang mengontrol tekanan darah. 4. Produksi Hormon Erythropoietin yang membantu pembuatan sel darah merah. 5.Mengaktifkan vitamin D untuk memelihara kesehatan tulang.
Penyebab Penyakit Ginjal. 1. Penyakit Umum/Sistemik: Kencing Manis = Diabetes Mellitus, Hipertensi, Cholesterol tinggi – Dyslipidemia, SLE: Penyakit Lupus, Penyakit Kekebalan Tubuh lain, Asam urat tinggi – Hyperuricemia – Gout, Infeksi di badan: Paru (TBC), Sifilis, Malaria, Hepatitis, Preeklampsia, Obat-obatan, Amiloidosis, Kehilangan carian banyak yang mendadak: muntaber, perdarahan, luka bakar. Hal-hal tersebut di atas dapat berakibat gangguan/penyakit pada ginjal. 2. Penyakit lokal pada ginjal: Penyakit pada Saringan (Glomerulus) – Glomerulonephritis, Infeksi: kuman – Pyelonephrits, Ureteritis, Batu: Bakat/ turunan, kelainan proses di ginjal – Nephrolithiasis, Kista: di ginjal – Polcystic Kidney, Trauma: benturan, terpukul, Keganasan – Kanker – Malignancy, Sumbatan: batu, tumor, penyempitan/striktur.
Kumpulan Gejala. Terdapat bermacam-macam penyakit ginjal, sehingga pasien datang ke dokter juga dengan macam-macam gejala. Berikut ini kemungkinan datangnya seorang pasien dengan kumpulan gejala /sindrom penyakit ginjal sebagai berikut: 1. Gagal Ginjal Akut: gangguan ginjal mendadak, fungsi ginjal ”anjlok”, tidak keluar urin. 2.Nefritis akut: penyakit mendadak pada saringan ginjal (glomerulus), muka, tungkai bengkak, ditemukan protein & darah di urin. 3.Gagal Ginjal Kronik: gangguan kronis/ menahun pada ginjal sehingga fungsi ginjal turun. Keluhan & gejala a.l.: lemas, nafsu makan, mual, pucat, kencing sedikit, sesak napas. 4. Sindrom Nefrotik: gangguan pada saringan ginjal, terjadi kebocoran hebat protein dari darah melalui glomerulus/ saringan ke urin, terdapat bengkak muka – kaki – perut, cholesterol naik. 5. Infeksi Saluran Kemih: infeksi di ginjal – saluran kemih lainnya, bisa akut bisa kronis. Sakit pinggang, demam, kencing sakit, bisa hanya pegal pinggang. 6. Gangguan pada Tubulus ginjal. 7. Hipertensi: umumnya tanpa gejala. 8. Batu ginjal/Saluran Kemih: nyeri hebat kolik, darah di urin. 9. Obstruksi Saluran Kemih: saluran kemih terbendung oleh tumor, striktur / penyempitan. 10.Gangguan ginjal: tetapi bisa tanpa gejala (asymptomatik).
Jadi bila mencurigai ada gangguan/penyakit ginjal, disarankan lakukan pemeriksaan yang paling sederhana yaitu memeriksakan Urin Lengkap di laboratorium sebagai data/fakta awal untuk proses selanjutnya menemukan adanya penyakit ginjal.
Gejala penyakit ginjal dapat digolongkan pada dua golongan: Akut dan Kronis. I. Akut: Bengkak mata, kaki, nyeri pinggang hebat (kolik), kencing sakit, demam, kencing sedikit, kencing merah /darah, sering kencing. Kelainan Urin: Protein, Darah / Eritrosit, Sel Darah Putih / Lekosit, Bakteri. II. Kronis: Lemas, tidak ada tenaga, nafsu makan, mual, muntah, bengkak, kencing berkurang, gatal, sesak napas, pucat/anemi. Kelainan urin: Protein, Eritrosit, Lekosit. Kelainan hasil pemeriksaan Lab. lain: Creatinine darah naik, Hb turun, Urin: protein selalu positif.
Penanganan pasien. Penanganan pasien dengan penyakit ginjal biasanya dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Periksa-Diagnosa: Pengenalan dini Gagal Ginjal (GG).
  2. Kontrol: Monitoring progresivitas GG.
  3. Penyebab: Deteksi dan lakukan koreksi terhadap penyebab GG yang reversible, yang masih bisa disembuhkan.
  4. Perlambat: Melakukan intervensi pengobatan/tindakan untuk memperlambat progresivitas GG.
  5. Ginjal Sensitif: Hindari kerusakan tambahan pada ginjal: obat/jamu yang toksik terhadap ginjal, obati infeksi yang ada, atasi kekurangan cairan misalnya pada muntaber.
  6. Obati Komplikasi: Berikan terapi terhadap komplikasi GG.
  7. Terapi Pengganti: Rencanakan Terapi Pengganti Ginjal.Pencegahan penyakit ginjal. Prinsip-prinsip pencegahan penyakit ginjal adalah sebagai berikut:Pada orang dengan Ginjal Normal :A. Pada Individu berisiko: yaitu ada keluarga yang 1. Berpenyakit ginjal turunan seperti: Batu Ginjal, Ginjal Polikistik, atau 2. Berpenyakit umum: Diabetes Mellitus, Hipertensi, Dislipidemia (Cholesterol tinggi), Obesitas, Gout. Pada kelompok ini ikuti pedoman yang khusus untuk menghindari penyakit tersebut di atas, sekali-sekali kontrol/periksa ke dokter/labratorium. B. Individu yang tanpa risiko: Hidup sehat, Pahami tanda-tanda sakit ginjal: BAK terganggu / tidak normal, Nyeri pinggang, Bengkak mata / kaki, Infeksi di luar ginjal: leher/tenggorokan, Berobat/kontrol untuk menghindari: fase kronik /berkepanjangan.
    II. Pada orang dengan Ginjal terganggu ringan /sedang: Hati-hati: obat rematik, antibiotika tertentu, Infeksi: obati segera, Hindari kekurangan cairan (muntaber), Kontrol secara periodik
    III. Ginjal terganggu berat / terminal: Terapi Pengganti Ginjal (Renal Replacement Treatment)

    Sumber: Dr. Nico A. Lumenta, K.Nefro
    Konsultan Ginjal-Hipertensi
    RS Mediros

    By: Admin  Pkm Tja

Kesalahan Penggunaan ‘Obat Kuat’ untuk Disfungsi Ereksi

Pada hari kamis, 11 Desember 2008 bertempat di Hotel InterContinental MidPlaza Jakarta berlangsung acara diskusi media tentang “Edukasi Pemberitaan Penggunaan Obat di Masyarakat, Studi Kasus: Konsumsi ‘Obat Kuat’ herbal berisi zat kimia yang dijual bebas”. Acara tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia. Hadir sebagai nara sumber adalah bapak Budi Janu Purwanto, SH, MH selaku Kepala Bidang Informasi Obat, Pusat Informasi Obat & Makanan, Badan POM RI; Prof. Dr.Dr. Wimpie Pangkahila, SpAnd, FAACS selaku ahli andrologi & seksologi Fakultas Kedokteran Universitas Udayana; Dr. Constantine Heryawan selaku konsultan medis dari PT. Pfizer Indonesia; dan Prof.Dr.dr. Hadi Pratomo, MPH, DrPH selaku ahli promosi kesehatan masyarakat UI.

Selama ini masyarakat banyak yang mengkonsumsi obat herbal dengan asumsi bahwa obat herbal sangat aman karena terbuat dari bahan alami & tanpa efek samping. Apalagi didukung dengan harganya yang relative terjangkau dan keengganan untuk berkonsultasi ke dokter apabila mengalami keluhan penyakit, sehingga konsumsi obat herbal kian marak. Akan tetapi dengan yang terjadi belakangan ini menimbulkan keprihatinan karena banyak obat herbal termasuk ‘obat kuat herbal’ yang ditarik dari dari peredaran oleh Badan POM karena terbukti mengandung bahan aktif kimia obat yang hanya boleh digunakan dengan resep dan pengawasan dokter.

Obat herbal atau Obat tradisional sendiri adalah suatu bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik) atau campuran dari bahan tersebut, yang secara turun-temurun telah digunakan untuk pengobatan berdasarkan pengalaman. Jadi jelas bahwa didalam kandungan obat herbal/tradisional tidak boleh terdapat bahan aktif kimia obat. Para produsen obat herbal pun saat mendaftarkan produknya di Badan POM untuk mendapatkan nomor registrasi sudah mengetahui tentang aturan tersebut. Permasalahan bahwa di kemudian hari ternyata produk tersebut mengandung bahan aktif kimia obat merupakan suatu hal yang perlu kita cermati bersama. Apalagi bila ternyata produk-produk yang sudah ditarik tersebut sebagian besar telah memiliki ijin edar dari Badan POM.

Badan POM sendiri selaku pemberi ijin registrasi untuk setiap produk obat, makanan & kosmetika yang beredar di Indonesia menyatakan bahwa produk-produk tersebut saat diperiksa untuk mendapatkan ijin edar telah memenuhi persyaratan yang ada, berarti tidak ada hal yang melanggar peraturan misalnya dari segi komposisi. Tetapi ternyata setelah mendapatkan ijin edar & beredar di masyarakat kemudian di lakukan uji sampling secara acak ternyata hasil yang didapat sangat berbeda. Hal ini bisa berarti terjadi indikasi kenakalan yang dilakukan oleh pihak produsen dalam hal produk yang di lakukan uji coba untuk mendapat ijin edar dengan produk yang dijual di masyarakat memiliki komposisi yang berbeda.

Mengenai maraknya jamu ‘obat kuat’ yang mengandung bahan kimia sildenafil sitrat atau tadalafil beredar saat ini, Prof. Wimpie mengemukakan bahwa setelah tahun 1999 di Indonesia banyak beredar produk jamu yang digunakan untuk ‘obat kuat’. Kenapa tahun 1999 ? ternyata karena pada tahun 1999 obat erektogenik yang mengandung sildenafil sitrat beredar secara resmi di Indonesia. Sejak itu semakin banyak iklan ‘obat kuat’ untuk meningkatkan stamina pria beredar di media massa dengan mengatas namakan obat herbal atau tradisional. Hal ini menimbulkan dugaan bahwa mitos jamu/obat herbal yang berkhasiat sebagai ‘obat kuat’ telah dimanfaatkan oleh para produsen nakal untuk mencampur produknya dengan bahan sildenafil sitrat.

Sildenafil sitrat merupakan salah satu bahan erektogenik (obat yang dapat membuat ereksi menjadi baik) yang diakui secara internasional berdasarkan penelitian secara ekstensif dan evidence based medicine. Sildenafil sitrat sendiri aman digunakan untuk terapi disfungsi ereksi sejauh digunakan pada dosis yang dianjurkan dan dibawah pengawasan dokter. Penggunaan sildenafil yang dikombinasi dengan obat herbal / obat lain tidak dapat dipertanggungjawabkan keamanannya karena sejauh ini belum ada data keamanan yang mendukung hal tersebut.

Edukasi untuk memberikan pemahaman terhadap konsumsi obat secara benar perlu dilakukan oleh semua pihak seperti oleh pemerintah dalam hal ini Badan POM, komunitas akademis, pihak medis juga farmasi sehingga masyarakat selaku konsumen memiliki pemahaman yang baik terhadap produk yang digunakan. Dengan adanya peningkatan pengetahuan tentang kualitas produk dan cara penggunaan yang rasional maka diharapkan masyarakat dapat melakukan pengawasan sendiri. Karena pada akhirnya masyarakat lah yang akan mengambil keputusan untuk membeli dan menggunakan suatu produk.

Berikut informasi mengenai penandaan obat :
Obat Bebas
Obat yang boleh digunakan tanpa resep dokter, tersedia di apotik & toko obat, terdiri atas :
Obat Bebas
Obat Bebas Terbatas
Obat bebas diberikan tanda lingkaran hijau
sedangkan obat bebas terbatas diberi tanda lingkaran biru
Obat Keras
Yaitu obat yang untuk memperolehnya harus dengan resep dokter dan hanya boleh dijual di apotik. Obat keras memiliki tanda lingkaran merah bergaris tepi hitam dengan tulisan huruf K didalamnya
Psikotropika & Narkotika
Obat golongan ini sama dengan narkoba dapat menimbulkan ketagihan.Obat jenis ini mulai dari pembuatannya sampai pemakaiannya diawasi dengan ketat oleh pemerintah dan hanya boleh diserahkan oleh apotik atas resep dokter. Tiap bulan apotik wajib melaporkan pembelian dan pemakaiannya pada pemerintah (BPOM).

Berikut adalah nomor telp pengaduan apabila menemukan kecurigaan terhadap produk yang digunakan.
ULPK : Telp. 021-426 3333
Fax. 021- 420 9221
E-mail : ulpk@pom.go.id

PIO Nas : Telp. 021-4259945
Fax. 021 – 42889117
HP (Di luar jam kerja) : 08121899530
E-mail : informasi@pom.go.id

SIKER Nas : Telp. 021 – 42889117 ; 4259945
HP. 081310826879
Fax. 021 – 42889117
E-mail : pusatiomker@cbn.net.id
( Sumber: bekti – medicastore.com }

By: Admin Pkm Tja

Kehamilan dan Tekanan darah Tinggi

Bila Anda memiliki tekanan darah tinggi, maka kehamilan perlu penanganan yang khusus. Tulisan ini berisi tentang apa-apa saja yang perlu diketahui untuk menjaga kehamilan, Anda dan bayi.

Mungkin tekanan darah tinggi Anda telah di tangani dengan makan makanan sehat serta olahraga, atau Anda telah menangani kondisi tersebut dengan pengobatan. Tapi apakah hal tersebut aman selama kehamilan?

Untuk kebanyakan wanita, jawabannya adalah iya, tetapi perawatan sebelum hamil sangat penting. Bila anda sedang mempertimbangkan untuk hamil sedangkan memiliki tekanan darah tinggi, ini adalah apa yang harus dilakukan.

Mengapa tekanan darah tinggi menjadi masalah selama kehamilan?

Tekanan darah tinggi dapat menurunkan aliran darah ke plasenta, yang akan mempengaruhi persediaan oksigen dan nutrisi dari bayi. Hal ini dapat memperlambat pertumbuhan bayi dan meningkatkan resiko saat melahirkan. Tekanan darah tinggi juga meningkatkan resiko kerusakan tiba-tiba dari plasenta, dimana plasenta akan terpisah dari uterus sebelum waktunya. Komplikasi yang mengancam jiwa karena tekanan darah tinggi juga dapat terjadi tetapi jarang.

Apakah ada perbedaan tipe dari tekanan darah tinggi selama kehamilan?

Ya. Sebanyak 5 % dari wanita memiliki tekanan darah tinggi sebelum kehamilan. Hal ini disebut sebagai essential hypertension. Tipe ini tidak berbeda dengan tekanan darah tinggi yang biasanya diderita oleh orang yang kelebihan berat badan dan malas bergerak. Beberapa wanita tidak didiagnosa memiliki tekanan darah tinggi hingga mereka mulai mengandung.

5 % – 8 % dari wanita lainnya mengalami tekanan darah tinggi selama kehamilan. Hal ini disebut sebagai gestational hypertension. Meskipun biasanya hilang setelah kelahiran, gestational hypertension dapat meningkatkan resiko terjadinya tekanan darah tinggi kronis di masa yang akan datang.

Kadang hipertensi kronis atau gestational hypertension memicu pada preeclampsia, yaitu suatu kondisi serius yang ditandai dengan peningkatan tekanan darah dan protein dalam urin ? yang menjadi tanda masalah pada ginjal.

Apa yang perlu diketahui tentang preeclampsia?

Satu dari empat orang wanita dengan tekanan darah tinggi kronis menjadi preeclampsia. Sebagai tambahan dari peningkatan tekanan darah dan protein pada urin, mungkin akan terjadi pembengkakan pada wajah dan tangan, kenaikan berat badan secara tiba-tiba, sakit kepala yang terus menerus, penglihatan kabur, pusing dan sakit perut.

Preeclampsia dapat cepat meningkat menjadi kondisi mengancam jiwa yaitu eclampsia. Kondisi yang jarang terjadi ini dapat menyebabkan seizures dan kadang koma.

Bila Anda memiliki tanda-tanda preeclampsia, Anda dan bayi akan dimonitor dengan ketat. Kadang kala istirahat total atau rawat inap dianjurkan untuk kondisi itu.

Apakah aman untuk menggunakan obat untuk tekanan darah selama kehamilan?

Semua pengobatan yang Anda gunakan selama kehamilan dapat mempengaruhi bayi. Meski beberapa obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah dianggap aman digunakan selama kehamilan, tetapi obat seperti angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor tidak aman.

Bagaimanapun perawatan sangat penting. Resiko untuk serangan jantung, stroke dan masalah lain yang berkaitan dengan tekanan darah tinggi tetap mengancam selama kehamilan dan dapat membahayakan bayi juga. Bila memang obat dibutuhkan untuk mengatasi tekanan darah, maka obat yang diresepkan harus yang paling aman dan dengan dosis efektif yang paling kecil. Gunakan obat seperti yang diresepkan. Jangan menghentikan obat sembarangan atau menyesuaikan dosis sendiri.

Apa yang harus dipersiapkan sebelum kehamilan?

Anda dan dokter akan mengevaluasi seberapa baik Anda mengatasi tekanan darah Anda dan akan mempertimbangkan kemungkinan perubahan yang diperlukan sebelum hamil. Bila Anda kelebihan berat badan, maka akan direkomendasikan untuk mengurangi kelebihan berat badan sebelum berencana untuk hamil.

Selama kehamilan, Anda perlu ke dokter lebih sering. Pemeriksaan darah dan urin, pemeriksaan rutin berat badan dan tekanan darah juga harus dilakukan lebih teratur.

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah komplikasi?

Dengan menjaga kesehatan diri dengan baik merupakan cara terbaik untuk menjaga calon bayi Anda.
Minum obat tekanan darah seperti yang diresepkan.
Makan makanan sehat.
Batasi jumlah natrium dalam makanan.
Minum vitamin.
Ikuti saran dari dokter untuk olahraga dan kegiatan sehari-hari.
Istirahat yang cukup.
Hindari merokok, alkohol dan obat-obatan yang tidak perlu.
Bagaimana saat melahirkan?

Dokter mungkin akan merekomendasikan untuk induksi kelahiran beberapa minggu sebelum waktu melahirkan agar terhindar dari komplikasi, atau bila menderita preeclampsia atau komplikasi lainnya. Bila Anda mengalami preeclampsia yang parah, maka Anda akan diberikan pengobatan selama melahirkan untuk mencegah kejang. Pada beberapa kasus, rencana C perlu disiapkan. Tergantung dari waktu, Anda mungkin akan diberikan injeksi steroid poten untuk memastikan bahwa paru-paru bayi terbentuk sempurna sebelum lahir.
{Sumber: www.mayoclinic.com edited by scientific }

By: Admin Pkm Tja